HUKUM DAN KRIMINAL

GEMA Pasundan Apresiasi Presiden RI dan Kapolri Terkait Penangkapan Djoko Tjandra

MAGAZINE INDONESIA – themagnesianews.com || Menanggapi di tangkapnya Djoko Tjandra sebagai buronan kasus tindak pidana korupsi berkaitan pencairan tagihan Bank Bali melalui cessie yang merugikan negara Rp 940 miliar.

Presidium Kordinator Pusat / Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pasundan, Zendhies Galan Raya Guna PG atau yang sering di panggil Rajo Galan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko widodo yang menunjukkan keberpihakannya kepada kebenaran dan kepastian hukum.

“Seorang Presiden memang tidak boleh mengintervensi para penegak hukum, jika sesuatu kasus tersebut belum diputuskan benar-salahnya dalam prsoes pengadilan. Namun setelah kasus itu diputuskan oleh pengadilan, maka Presiden wajib berpihak bahkan harus mendorong mempercepat tindakan atau eksekusi dari para aparat penegak hukumnya untuk memberikan hukuman yang sesuai dengan bunyi putusan pengadilan tersebut. Dalam hal ini Presiden sudah sangat tepat dan patut diacungi jempol untuk meminta Kapolri dan Kabareskrim polri agar segera dan dengan cara apapun menangkap Djoko Tjandra”, ujar Rajo Galan, yang juga merupakan mahasiswa PPKn FKIP Universitas Pasundan, Kota Bandung, Jawa Barat ini.

Selain itu Rajo Galan pun menambahkan, apresiasi selanjutnya harus diberikan kepada institusi POLRI, khususnya Kapolri Jenderal Idham Aziz dan juga Kabareskrim polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, Kapolri dan Kabareskrim betul-betul menunjukkan sikap profesionalisme dan terpercaya sesuai dengan jargon Kepolisian Republik Indonesia, yaitu PROMOTER (Profesional, Modern, dan Terpercaya).

Hal ini terlihat dari bagaimana Kapolri dan Kabareskrim bertindak sangat cepat dari mula awal munculnya surat jalan Djoko Tjandra yang dikeluarkan oleh oknum kepolisian, hingga mampu menterjemahkan perintah Presiden Joko Widodo dengan bukti nyata ditangkapnya Djoko Tjandra.

“Masyarakat wajib mencatat, bahwa oknum yang dimutasi dari jabatannya itu bukan main-main, perwira tinggi polisi berpangkat Brigadir Jenderal Polisi dan Inspektur Jenderal Polisi. Tapi Kapolri dan Kabareskrim mampu mengatakan ‘hitam adalah hitam, putih adalah putih’. Ditambah salah satu oknum yang dicopot itu satu angkatan di AKPOL dengan Komjen Listyo Sigit Prabowo. Dimana budaya ‘ewuh pakewuh’ atau budaya ketidakenakan terhadap sesama kawan di Indonesia ini masih sangat tinggi, namun Kabareskrim mampu memutuskan dan melakukan itu semua dengan menindak oknum-oknum perwira tinggi kepolisian yang melanggar hukum tersebut sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.

Sebagaimana diketahui, Djoko Tjandra di ditangkap Malaysia dan diterbangkan ke Indonesia pada tanggal 30 Juli 2020 dengan melakukan kerjasama police to police dengan pihak Kepolisian Malaysia. Rangkaian tindakan tegas dan cepat itu dari Kapolri dan Kabareskrim tersebut membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi POLRI meningkat tajam”, ujar Rajo Galan menambahkan.

Diakhir ungkapannya kepada media, Rajo Galan menyampaikan bahwa seluruh Mahasiswa Pasudan yang terdiri dari UNPAS,STH PAS,STKIP PAS,STIE PAS di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Pasundan, yang berjumlah 25 ribu orang siap dan akan selalu mendukung POLRI demi terwujudnya Indonesia yang adil dan berintegritas.

Serta Rajo Galan juga memberikan saran kepada seluruh aparat penegak hukum dari unsur Kepolisian untuk meneladani contoh atasan dan senior-senior mereka, yaitu Bapak Jenderal Polisi Idham Aziz dan juga Bapak Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam hal profesionalisme dan menjaga kepercayaan masyarakat. Serta Rajo Galan berharap POLRI semakin solid dan kompak kedepan. (Red MG)

Visits: 5

Bagikan Link :