INTERNASIONALPOPULAR

Dwiane, Pelajar Bandung Menyelami Keharmonisan Perayaan Thanksgiving di Amerika

themagnesianews.com | AMERIKA SERIKAT –

Pengalaman adalah guru yang sangat berharga,

Seperti ungkapan itulah yang sekarang dirasakan seorang PELAJAR asal Bandung, Dwiane Natasari Rizqi (17). Ia sangat bersyukur bisa mengikuti program pertukaran Kennedy-Lugar Youth Exchange Program (KL-YES) yang disponsori oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Pasalnya, ia mendapatkan banyak pengalaman berharga selama tinggal di AS. Dwiane saat ini tinggal di kota Buffalo, Western New York dan akan tinggal di sana sampai September 2020.

Dwiane Putri ke 2 dari pasangan Bpk Eri Ahdori dan Ibu Nenden yang juga merupakan Ponakan Jurnalis MG Lily, baru tiga bulan tinggal di sana, pengalaman yang didapat cukup banyak, termasuk mengenal kebudayaan warga setempat, di antaranya perayaan Thanksgiving.

Dwiane pun ingin membagikan pengalaman menarik saat ikut merayakanThanksgiving di AS bersama keluarga setempat.
Berikut tulisan Dwianne yang dikirimkan secara khusus via Kedubes AS di Jakarta, sekedar berbagi pengalaman dan motivasi untuk pelajar di Indonesia khususnya di Bandung tempat kelahirannya.

Aku Dwiane

Namaku Dwiane Natasari, pelajar asal Bandung, Jawa Barat. Di Amerika, orang-orang memanggilku Ann. Di umurku yang ke 17 tahun ini, aku mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk bisa mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat dengan beasiswa penuh bernama Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) yang disponsori oleh pemerintah Amerika.

Pada bulan Agustus, aku dan 79 orang peserta terpilih pertukaran pelajar dari seluruh Indonesia terbang ke Washington DC, setelah mengikuti serangkaian orientasi untuk membekali diri di Amerika selama satu tahun kedepan, seluruh peserta pertukaran pelajar di terbangkan ke penempatan statenya masing-masing, aku mendapatkan penempatan di Western New York, kota Buffalo.
Terhitung sudah 3 bulan lamanya, aku tinggal bersama host family (keluarga angkat). Aku akan tinggal bersama mereka selama satu tahun ke depan. Host family ku terdiri dari Elizabeth dan Lawlor Quinlan, mereka mempunyai 3 anak, John, Evelyn, dan Rose. Rose adalah anak bungsu, dan umur kita hanya berbeda 2 hari.

Pada bulan November, tepatnya setiap Kamis keempat di bulan November, yang tahun ini jatuh pada tanggal 28 November, masyarakat Amerika merayakan hari Thanksgiving. Ini merupakan perayaan nasional di Amerika untuk berterimakasih atas segala anugerah yang didapat.

Tentu saja ini merupakan perayaan Thanksgiving pertama bagiku. Karena Thanksgiving merupakan perayaan besar bersama keluarga, Evelyn dan John akan pulang ke rumah dari universitas mereka masing-masing. Evelyn bahkan membawa teman sekampus bernama Samrika, untuk merayakan Thanksgiving bersama.
Thanksgiving jatuh pada musim fall, daun-daun berguguran, beberapa area sudah turun salju dan sangat dingin, seakan bersiap untuk datangnya musim salju. Aroma pumpkin lilin dan dekorasi-dekorasi orange hangat akan menghiasi hampir setiap rumah.

Pada hari Thanksgiving, aku bangun pukul 10.00 pagi. Semua orang sudah siap dan makan sarapan bersama di meja makan. Jovid, salah satu anak pertukaran pelajar yang berasal dari Tajikistan, juga akan bergabung bersama kami untuk merayakan Thanksgiving. Kami membuat snowflakes atau kepingan salju dari kertas yang akan kita tempelkan di kaca jendela dapur.

Rasa syukur

Mom Elizabeth membacakan asal muasal Thanksgiving dirayakan di Amerika. Garis besarnya, zaman dahulu para pilgrims atau peziarah yang datang ke tanah amerika akan merayakan hari ini sebagai rasa syukur atas semua karunia yang ada.
Uniknya, dua laki-laki di rumah ini, Dad Lawlor dan John, adalah yang mempersiapkan makan malam besar dan memasak untuk Thanksgiving.

Sambil menunggu mereka mempersiapkan makan malam, kami juga menonton film populer di Amerika bersama. Jovid dan aku bahkan kembali mempresentasikan negara kita di depan Host Family ku. Sebelumnya aku mengikuti International Education Week, dan telah melakukan puluhan presentasi tentang Indonesia pada ratusan orang Amerika.

Makan malam pun siap, Dad Lawlor membuat satu Turkey (ayam kalkun) panggang, kentang halus, keju dengan roti dan saus cranberi. Turkey merupakan menu utama yang khas pada hari Thanksgiving.
Sebelum makan bersama, kita akan saling berpegang tangan dan mengucapkan rasa syukur kita terhadap hal-hal yang kita jalani dalam hidup. Inti dari perayaan Thanksgiving adalah rasa syukur.

Thanksgiving bukanlah perayaan religius, namun menjadi kultur dan kebiasaan masyarakat Amerika untuk berkumpul bersama keluarga mereka dan mengucapkan syukur atas semua yang mereka dapat dalam hidup. Mereka juga memberi kesempatan untuk berdoa sebelum makan sesuai kepercayaan masing-masing. Karena Jovid dan aku adalah muslim, Jovid memimpin doa sebelum makan, dan di-aminkan oleh diriku.

Pengalaman ini sangat indah, bagaimana kita bisa hidup berdampingan tanpa harus memikirkan perbedaan. Bukan hanya menjadi peserta program pertukaran pelajar biasa, aku disini belajar banyak hal dari perbedaan yang terjadi, bagaimana toleransi berperan sangat kuat dan memegang kunci sukses pada kedamaian dan keharmonisan.(Dwiane/Ly)

Visits: 54

Bagikan Link :