ARTIKELKESEHATANPOPULAR

Promosi Kesehatan Rumah Sakit : Sarana Edukasi dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit

MAGAZINE INDONESIA – Bandung, 12-12-2018, PROMOSI Kesehatan Rumah Sakit atau yang biasa disebut dengan istilah PKRS, merupakan bagian penting dalam institusi rumah sakit. Organisasi yang beranggotakan jajaran hospitalia (tenaga medis, paramedis, nonmedis maupun staf umum lain) ini selalu menjalin keterhubungan antara pasien, seluruh staf rumah sakit dan masyarakat umum. Sering kali orang keliru menafsirkan PKRS sebagai bagian humas rumah sakit atau bahkan bagian pemasaran atau marketing rumah sakit. Ketiga fungsi tersebut sebenarnya berbeda meskipun dalam pelaksanaanya harus selalu bersinergi dan berdampingan, tidak boleh terpisah atau dikotak-kotakkan fungsinya.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan dan keterkaitan antara ketiga fungsi tersebut:

  1. Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS):
    • Tujuan Utama: Tujuan utama PKRS adalah mendukung perubahan perilaku dan lingkungan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat.
    • Sasaran: PKRS melibatkan pasien, keluarga pasien, sumber daya manusia rumah sakit, pengunjung rumah sakit, dan masyarakat sekitar rumah sakit.
    • Fokus: PKRS berfokus pada memberikan informasi, edukasi, dan dukungan yang memungkinkan individu mengambil keputusan yang lebih baik terkait kesehatan mereka. Ini melibatkan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan.
    • Peran: PKRS bertujuan untuk memberdayakan individu dan kelompok dalam mengambil tindakan yang mendukung kesehatan mereka. Hal ini melibatkan pendekatan edukatif dan pemberdayaan.
  2. Fungsi Humas Rumah Sakit:
    • Tujuan Utama: Fungsi humas rumah sakit bertanggung jawab untuk membangun dan menjaga hubungan positif antara rumah sakit dan masyarakat, serta menyampaikan informasi yang akurat tentang berbagai kegiatan dan layanan rumah sakit.
    • Sasaran: Sasaran humas adalah masyarakat umum dan pemangku kepentingan yang terkait dengan rumah sakit.
    • Fokus: Fungsi humas berfokus pada komunikasi eksternal dan internal untuk membangun citra positif, menyebarkan informasi tentang layanan kesehatan, program, dan prestasi rumah sakit.
    • Peran: Peran humas melibatkan manajemen reputasi, penyusunan materi komunikasi, mengelola acara publik, dan menjalin hubungan yang baik dengan media dan masyarakat.
  3. Fungsi Pemasaran atau Marketing Rumah Sakit:
    • Tujuan Utama: Fungsi pemasaran rumah sakit bertujuan untuk mempromosikan layanan dan fasilitas rumah sakit kepada calon pasien serta membangun hubungan jangka panjang dengan pasien yang ada.
    • Sasaran: Sasaran pemasaran adalah calon pasien dan pasien yang sedang berinteraksi dengan rumah sakit.
    • Fokus: Fungsi pemasaran berfokus pada strategi untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik rumah sakit dalam upaya menarik pasien, seperti melalui kampanye iklan, promosi layanan kesehatan, dan pengembangan merek.
    • Peran: Peran pemasaran melibatkan identifikasi pasar sasaran, pengembangan strategi pemasaran, peningkatan layanan, dan pemeliharaan hubungan dengan pasien.

 

Sementara ketiganya memiliki tujuan dan fokus yang berbeda, penting untuk diingat bahwa sinergi dan kerja sama antara PKRS, fungsi humas, dan pemasaran sangatlah penting. Kombinasi upaya ini akan membantu membangun citra positif rumah sakit, menyampaikan informasi kesehatan yang bermanfaat, serta memastikan bahwa pasien dan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan mendukung upaya kesehatan mereka.

Menurut Permenkes No. 44 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit, PKRS adalah proses memberdayakan pasien, keluarga pasien, sumber daya manusia rumah sakit, pengunjung rumah sakit, dan masyarakat sekitar rumah sakit untuk berperan serta aktif dalam proses asuhan untuk mendukung perubahan perilaku dan lingkungan serta menjaga dan meningkatkan kesehatan menuju pencapaian derajat kesehatan yang optimal. Dari definisi tersebut kita bisa melihat peran PKRS sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan di mana sesuai dengan value penting dari kegiatan promosi kesehatan adalah membuat sasaran berdaya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Maksud dari tujuan mencapai derajat kesehatan yang optimal tidak hanya ditujukan kepada pasien atau orang yang sedang sakit. Kata “optimal” berarti setiap orang punya kesempatan untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Dalam konteks PKRS, tujuan yang optimal melibatkan berbagai kelompok, termasuk individu yang sedang sehat dan ingin mencegah penyakit, individu yang sedang dalam proses penyembuhan atau pengobatan, serta keluarga pasien, sumber daya manusia rumah sakit, pengunjung rumah sakit, dan masyarakat di sekitar rumah sakit. Setiap orang memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatannya, baik itu melalui upaya pencegahan penyakit, pengobatan yang tepat, atau perubahan perilaku yang mendukung gaya hidup sehat.

Dengan pendekatan yang inklusif ini, PKRS memiliki peran penting dalam memberikan informasi, edukasi, dukungan, dan upaya kolaboratif kepada berbagai kelompok untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Ini mencakup memberikan pengetahuan yang akurat, mengubah sikap positif terhadap kesehatan, serta memberdayakan individu dan kelompok untuk mengambil tindakan yang mendukung kesehatan mereka. Kesadaran akan pentingnya mencapai derajat kesehatan yang optimal untuk setiap individu, terlepas dari kondisi kesehatannya saat ini, merupakan fondasi dari upaya promosi kesehatan yang holistik dan berkelanjutan.

Kegiatan PKRS tidak boleh hanya fokus pada promosi kesehatan kepada pasien. Sesuai dengan definisi PKRS, sasaran kegiatan PKRS tidak hanya pasien tetapi juga keluarga pasien, sumber daya yang ada di rumah sakit, pengunjung rumah sakit bahkan masyarakat di sekitar rumah sakit. Kegiatan PKRS sejatinya harus lebih komprehensif dan lebih luas lagi dalam melihat permasalahan. Kegiatan PKRS yang tidak mencakup pada seluruh sasaran sesuai dengan definisi PKRS maka akan sia-sia karena fungsinya dalam mendukung visi dan misi rumah sakit pasti akan pincang.

Setiap rumah sakit wajib memiliki tim PKRS. PKRS erat hubungannnya dengan kegiatan pelayanan kesehatan di mana kegiatannya tidak bisa dipisahkan dari pelayanan kesehatan rumah sakit. Keberadaan tim PKRS diharapkan dapat mendorong sumber daya rumah sakit untuk lebih aktif dalam mendukung perubahan perilaku dan lingkungan sasaran promosi kesehatan sehingga bisa tercapai peningkatan derajat kesehatan yang optimal. Tim PKRS tidak bisa berjalan sendiri, dibutuhkan sinergi antar bagian dalam rumah sakit agar menghasilkan manfaat bagi pasien, keluarga pasien, pengunjung, sumber daya manusia, dan masyarakat di sekitar rumah sakit.

Kegiatan PKRS memang dilakukan oleh tim PKRS, namun pada akhirnya harus mampu membuat masing-masing sumber daya manusia di rumah sakit menjadi promotor kesehatan pada bagiannya masing-masing. Dapat dikatakan kegiatan PKRS merupakan kegiatan tim yang melibatkan lintas profesi dan bagian yang mana masing-masing bagian harus berkoordinasi yang baik dan saling melengkapi. Tujuan dari kerja sama lintas profesi dan bagian ini untuk menghasilkan materi promosi kesehatan yang edukatif dan aplikatif serta terpercaya yang mana bisa menghindarkan kesalahan informasi kesehatan yang beredar di masyarakat.

Melihat sasaran, kegiatan dan pelaku PKRS yang kompleks dan komprehensif, bisa dilihat bahwa PKRS mempunyai peranan penting sebagai corong untuk promosi kesehatan. Target besar lain yang penting dicapai dalam promosi kesehatan adalah terbangunnya paradigma positif pada sasaran program sehingga tercapai perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat. Perubahan perilaku tidak bisa didapat secara instan namun diawali dengan perubahan akibat input pengetahuan lalu perubahan sikap yaitu dari tahu, menjadi mau untuk berubah. Setelah tercapai perubahan sikap menjadi mau maka kegiatan PKRS harus dipastikan bisa menghasilkan kondisi sasaran yang mampu untuk berubah. Tercapainya kemampuan sasaran untuk berubah tersebut yang menjadi peranan penting PKRS untuk memberdayakan sasaran kegiatan sehingga sasaran bisa berdaya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal baik di dalam maupun di luar rumah sakit.

 

Penulis : Surya Sanjaya, Amd. AK

Sumber : Berbagai Sumber

Visits: 24

Bagikan Link :