NASIONALPOPULAR

‘Desa Hantu’ Penyedot Dana Desa Mulai Diselidiki Sri Mulyani-Tito

themagnesianews.com |Jakarta¬†– Pemerintah sampai saat ini belum mengumumkan mengenai ‘desa hantu’ atau desa tak berpenduduk yang mendapatkan aliran uang dari program dana desa. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT) Abdul Halim Iskandar pun sepakat untun menelusurinya.


Jika hasilnya terbukti ada desa ‘hantu’, Sri Mulyani pun tidak segan untuk menarik kembali aliran dana yang selama ini jatuh ke wilayah yang tidak sah secara administasi hukum.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku akan menelusuri ‘desa hantu’ atau desa fiktif yang dikabarkan dapat aliran uang dari program dana desa.

Sri Mulyani tidak sendiri, dirinya sepakat melakukan penelusuran bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. Upaya yang dilakukan adalah memverifikasi data desa.

“Kemarin pembahasan mengenai apakah seluruh desa adalah desa yang legitimate atau verified kita sekarang bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa untuk benar-benar mengidentifikasi beberapa yang diidentifikasi atau yang disinyalir bukan merupakan desa-desa yang legitimate mendapatkan,” kata Sri Mulyani di komplain Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Selain memverifikasi, Sri Mulyani juga akan memperketat proses pencairan dana desa yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Khusus tahun 2019, Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 70 triliun untuk dana desa dan tahun 2020 meningkat menjadi Rp 72 triliun.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun mengaku masih menunggu hasil audit yang dilakukan oleh BPKP dan BPK terkait benar atau tidak mengenai desa ‘hantu’.

Selama ini, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa transfer atau pencairan dana desa berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri. Oleh karenanya, dirinya bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, PDTT sepakat menunggu hasil audit BPKP dan BPK.

1.Sri Mulyani Tanya Desa Hantu ke Pemda

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bicara soal desa fiktif alias ‘desa hantu’ di depan para kepala daerah. Hal itu dia sampaikan di Kantor Ditjen Pajak Pusat.

Mulanya Sri Mulyani membahas mengenai dana desa yang dia sosialisasi ke kepala daerah. Lalu dia menyinggung keberadaan desa fiktif. Dia pun bertanya ke para kepala daerah soal keberadaan desa fiktif itu.

“Hari-hari ini kita dengar mengenai desa fiktif, ada kan?,” kata Sri Mulyani saat memberikan sambutan, Kamis (14/11/2019).

Menurutnya fenomena tersebut perlu disikapi agar lebih berhati-hati dalam melakukan transfer dana desa.

Dia menilai dana desa yang ditransfer langsung ke daerah menyebabkan timbulnya oknum-oknum yang memanfaatkan hal tersebut, yang tentunya itu perbuatan yang dilarang.
2.Bakal Direbut Kembali


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tak main-main terhadap oknum di balik desa fiktif atau ‘desa hantu’. Dirinya tidak rela jika dana desa diambil oleh oknum yang mengambil keuntungan pribadi dengan cara yang salah itu.

Dia menegaskan jika ketahuan ada desa yang merupakan desa fiktif maka dana desa yang sudah terlanjur ditransfer akan diambil kembali.

“Kalau ada daerah yang ketahuan ada dana desa yang ternyata desanya tidak legitimate, ya kita bekukan. Kalau sudah terlanjur transfer (dana desa) ya kita ambil lagi,” kata dia di hadapan para kepala daerah di Kantor Ditjen Pajak Pusat, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Dirinya meminta peran serta kepala daerah dalam rangka menindak desa fiktif. Menurutnya kepala daerah yang lebih tahu mengenai kondisi di wilayahnya.

Di pemerintah pusat, Sri Mulyani mengata bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
(Ly)

Hits: 35

Bagikan Link :