DAERAH

Gubernur ‘Jangan Semua Buru-buru Jadi Penerima Bansos’, GEMA Pasundan Angkat Suara

MAGAZINE INDONESIA – Bandungthemagnesianews.com || Di tengah Pandemi Covid 19 ini Kami GEMA (gerakan mahasiswa) pasundan merasa miris, merasa tidak nyaman dan merasa sangat sedih ketika melihat, membaca berita di media online mengenai statmen pemimpin Jawa Barat yang seharusnya mengayomi, seharusnya melindungi dan pula seharusnya memperjuangkan dan menjaga masyarakat Jawa Barat, tapi cenderung mengeluarkan statmen yang sangat menggores hati masyarakat kecil Jawa Barat dalam hal ini,

Rajo Galan Presidium Kordinator pusat Gerakan Mahasiswa pasundan menyoroti statmen Gubernur Jawa Barat Bapak Ridwan Kamil.

Statmen Gubernur “Jangan semua buru-buru jadi penerima bansos. Jadi kepada mereka yang terdampak, gunakan dulu tabungan. Kita kan menabung itu untuk dipake pada saat lagi susah, jadi habiskan dulu tabungan,” statmen ini membuat geram kami dari GEMA Pasundan karena kalau berbicara hasil dari obrolan dengan ulama kenapa ulama tidak tahu kalo dulu KHULAFAUR RASYIDIN abu bakar,umar bin khatab sampai belusukan datang ke rumah-rumah masyarakat karena takut masyarakat atau rakyatnya kelaparan beliau menguping obrolan rakyatnya di setiap rumah, karena khawatir rakyatnya mati kelaparan.

Lalu kenapa, ini tidak di teladani dan di contoh oleh para pemimpin negeri ini disaat kondisi sekarang. Gubernur Jabar yang mengeluarkan statmen dalam media online “Saya mengimbau juga jangan semua tiba-tiba ingin tangan di bawah, menurut ulama dahulukan kemandirian itu lebih mulia dengan cara gunakan tabungan dulu sampai 3-4 bulan, kalau habis gunakan aset dulu, sehingga tetap mandiri. Kalau tabungan habis, aset habis, barulah masuk kelompok yang dibantu pemerintah,” ungkap Emil usai menyalurkan bantuan di Padalarang, KBB, Sabtu (18/04/2020), sangat miris sekali

Rajo galan pun angkat suara dan mengatakan, “Pa gubernur dengarkan suara kami”,

“Ujaran pemimpin ini tak elok dan tidak tahu keadaan rakyatnya ……. !”

“Jangan dipikir rakyat kecil punya tabungan 3 bulan buat menghidupi keluarganya , darimana ?”

“Aset yang dimiliki rakyat kecil itu apa ?
Paling rumah dan motor ….”

“Tapi rumahnya kan ngontrak , sementara motor juga nyicil …..”.

“Jangan asbun/asal bunyi , nanti rakyat marah !” .

“Kalau mau bantu , bantulah dengan ikhlas , toh bukan pakai duit pribadi , tapi pakai duit rakyat juga …..!”.

“kasihan rakyat sedang kesusahan pak Ridwan, jangan kau tambahkan dengan omonganmu yang ngawur ini sehingga rakyat merasa di biarkan atau di sepelekan.!”

“dulu untuk kolam renang saja kau habis habisan bapa gubernur padahal itu untuk fasilitas pribadimu karna katanya kamu sakit “TUUR” kalo kata bahasa sunda.”

“di Jawa Barat aya paribasa…hade goreng ku omong hartina ari ngomong kudu ngangeunahkeun batur ulah sabalikna…..”

Nah ini yang harus di perhatikan oleh Bapak Gubernur Jawa Barat dalam situasi saat ini, masyarakat Jawa Barat sedang di gegerkan dengan Pandemi Covid 19 yang mana masyarakat kecil bukan hanya di Jawa Barat, tetapi selurub masyarakat Indonesia bahkan dunia, hari ini sangat sulit mencari pendapatan karena dengan kebijakan pemerintah harus bekerja/beraktivitas di dalam rumah sehingga para pencari nafkah harian ini sangat sulit untuk menghidupi keluarganya.

Tabungan atau aset itu hal yang sangat mustahil atau sedikit kemungkinannya yang di miliki masyarakat kecil karna mereka untuk makan sehari hari saja susah ya katakan kalo kalian pejabat pasti punya lah aset atau tabungan ya kalo rakyat kecil mereka punya dari mana ? pesan kami tolong bapa gubernur jangan terlalu percaya dengan laporan anak buah atau bawahan. Lebih akurat bila Bapak Gubernur langsung survei dan datang ke pemukiman kumuh dan miskin, bagaimana keadaan sesungguhnya rakyat Jawa Barat biar ga ngawur.

Di tambah derita rakyat dengan kebijakan PSBB ini membuat rakyat semakin sulit bergerak semakin sulit mencari Nafkah. ini kan seharusnya menjadi tanggungan Pemerintah semuanya karena masyarakat di suruh di rumah, menjadi tanggungbjawab pemerintah untuk mencukupi kebutuhannya, sekaranglah pemerintah bisa menjalankan amanat pembukaan UUD 1945 alinea ke 4. sekian dan terimakasih”, pungkas Rajo.

Rajo Galan
DY

Visits: 7

Bagikan Link :