BERITA

Jalan Protokol Yang Memerlukan Perhatian Khusus Pemerintah Serta Dinas Terkait

MAGAZINE INDONESIA || themagnesianews.com – By Pass, Kota Bandung – Jalan Soekarno Hatta merupakan salah satu jalan terpanjang yang ada Kota Bandung. Jalan memanjang yang dimulai dari Bundaran Cibiru ini berujung di bundaran Cibeureum tepatnya Jalan Sudirman. Terdapat banyak tempat-tempat vital disepanjang jalan ini, semisal kantor pemerintahan, rumah sakit, pusat perbelanjaan, terminal dan banyak lainnya.
Ruas jalanan lurus yang membentang dari pertigaan Jalan Rajawali hingga Bundaran Cibiru tersebut memiliki total panjang 18,3 kilometer.


Pada era 1980-an, Jalan Soekarno Hatta adalah jalan terbesar di Kota Bandung dan dikenal dengan sebutan Jalan Bypass.

Awalnya, jalan ini dibuat untuk mengurangi kendaraan yang masuk ke kota. Sehingga kendaraan yang dari selatan menuju Jakarta dapat langsung melewati Jalan Bypass ke arah Jalan Sudirman tanpa harus melalui jalan protokol. Kini fungsi tersebut telah berubah setelah ada jalan tol Padaleunyi.

Kendaraan yang berasal dari luar kota tidak harus masuk lagi ke Kota Bandung untuk melanjutkan perjalanan dari Jakarta ke selatan atau sebaliknya. Kehadiran tol tersebut pun membuat Jalan Soekarno Hatta kini bukan Jalan Bypass lagi, artinya Jalan Soekarno Hatta tidak berbeda dengan jalan protokol lainnya yang ada di Kota Bandung.

Jalan Soekarno Hatta memotong beberapa jalan di kota Bandung, seperti Jalan Buah Batu, Jalan Moh Toha, jalan Kopo dan Jalan Kiaracondong. Sebelum Jalan Soekarno Hatta dibangun, Jalan Buah Batu menyambung ke arah Jalan terusan Buah Batu kemudian Bojongsoang yang lebarnya tidak seperti sekarang. Saat itu, jalan di sana hanya cukup untuk dua mobil dan merupakan perlintasan kendaraan dari arah Buah Batu ke Dayeuhkolot.

Sebelum ada Jalan Soekarno Hatta, dulunya daerah Jalan Moh Toha dikenal dengan kawasan bernama Cigereleng. Begitu pun dengan Jalan Kopo, Jalan Soekarno Hatta merupakan jalur satu-satunya dari arah Bandung Selatan seperti Soreang untuk menuju ke pusat Kota Bandung.

Seiring berjalannya waktu sebagian ruas jalan tersebut terbagi menjadi dua lajur yakni lajur lambat dan lajur cepat. Tentunya hal tersebut sudah melewati proses serta uji kelayakan oleh berbagai pihak terkait didalamnya. Kami selaku masyarakat awam menilai dengan diberlakukannya kebijakan tersebut justru menimbulkan masalah baru. Mengingat disepanjang jalan banyak persimpangan sehingga untuk memutar balik mau tidak mau harus memasuki lajur cepat terlebih dahulu terlebih bagi pengendara sepeda motor yang tidak boleh memasuki lajur cepat. Selaiknya dibuatkan fly-over atau area aman untuk berputar guna meminimalisir lakalantas.


Hampir di setiap hari selalu terjadi Laka Lantas disepanjang jalan Soekarno Hatta, disinyalir selain dari kelalaian para pengendara infra struktur jalan serta yang lainya menjadi faktor penyebabnya. Diantaranya ruas jalan yang bergelombang, rambu yang terhalang pepohonan serta penerangan yang kurang memadai.

Tentunya hal ini merupakan pekerjaan rumah yang patut mendapatkan perhatian lebih terutama dari aparatur pemerintahan serta dinas terkait lainnya. Selain mengurangi tingkat kecelakaan dengan fasilitas yang memadai akan mengurangi tugas aparat kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Namun demikian kami mewakili masyarakat meminta agar aparat kepolisian menambah pos guna memantau serta menindak tegas para pengendara (sepeda motor yang masuk lajur cepat).

Adapun maksud dan tujuan dibuatnya berita ini selain menyampaikan keluh kesah masyarakat juga sebagai bentuk rasa empati dengan sering terjadinya Laka Lantas di sepanjang jalan terpanjang yang ada di Kota Bandung ini. Bukan mencari siapa yang salah dan layak dipersalahkan melainkan solusi terbaik dari pemangku kebijakan lah yang diharapkan. (RED MG).

Visits: 10

Bagikan Link :