Internetan Tanpa Simcard dan Otomatis Mendapatkan Sinyal Operator Tercepat Lewat SIMO

MAGAZINE INDONESIA – Bandungthemagnesianews.com – Di Indonesia ada banyak oeprator seluler yang aktif, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Namun untuk urusan data, tampaknya orang tak peduli operator mana yang dipakai.Yang penting koneksi data kencang dan stabil, dan tentu saja tarifnya terjangkau.

Nah masalahnya, ada saja penyebab sebuah nomor operator menjadi lemot untuk internetan.Padahal saat ini hampir semua urusan membutuhkan koneksi internet, baik untuk komunikasi sehari-hari, bergaul di sosial media, hingga mencari hiburan, belajar dan bekerja.
Sementara itu, di Indonesia ada banyak operator seluler, seperti Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Smartfren, Tri dan Sampoerna Telecom.

Pelanggan ingin mendapatkan kecepatan data yang terbaik, dan hal itu tidak semua di semua lokasi.Maka muncul kebutuhan untuk punya lebih dari satu nomor yang berbeda operator, untuk berganti saat berada di lokasi dengan sinyal kurang baik.Hari ini, masalah itu bisa dipecahkan lewat peluncuran SIMO sebuah layanan internet yang tidak memerlukan simcard, namun berbasis semua operator seluler yang ada di Indonesia.

Layanan internet SIMO ini dipaketkan dengan smartphone Luna terbaru, dengan spesifikasi utama Chipset Helio P23 Octa Core 2.0Ghz, 4G LTE, layar 6.08 inchi IPS HD, memori 3GB/32GB, sensor kamera Sony IMX 13+2MP, baterao 4100 mAh, dan Android Pie.Ponsel Luna SIMO ini dijual seharga Rp 1,3 juta.

SIMO ini berupa sistem yang yang disuntikkan ke dalam chipset ponsel, sehingga bisa menerima sinyal semua operator yang ada.

Jadi cara bekerjanya, yang pertama ponsel harus sudah bekerjasama dan dibenamkan sistem SIMO ini, sejak dari proses pembuatan di pabriknya.Lalu saat diaktifkan, maka pengguna hanya perlu membeli kuota data sesuai kebutuhan, dan membayarnya lewat GoPay atau OVO.

Nah, setelah itu di mana pun pengguna butuh internetan, maka SIMO secara otomatis akan mencari kecepatan terbaik dari operator yang ada di lokasi tersebut.

Perlu diketahui SIMO ini adalah bagian dari Skyroam, sebuah layanan roaming internet yang beroperasi di 131 negara di seluruh dunia.Skyroam sendiri didirikan di Silicon Valley tahun 2008 yang mematenkan teknologi vSIM atau virtual SIM.Lalu tahun 2013, Skyroam sudah resmi meluncurkan platform vSIM.Tahun 2015, mereka bekerjasama dengan Mediatek mengembangkan chipset.Tahun 2016, Skyroam sudah menjangkau lebih dari 120 negara dan tahun 2018 sudah melayanai lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia.

Tahun 2018, Skyroam bekerjasama dengan produsen smartphone bermerek TECNO di Nigeria, sehingga pengguna SIMO di sana adalah yang paling banyak jumlahnya.Merek smartphone lain yang bekerjasama disebut sudah mencapai lebih dari 50, termasuk Vivo, Lenovo, Oppo, Infinix, Wiko, Spice, Bluboo, Lava, itel, Tinno, Tecno dan kini di Indonesia ada Luna.

Meski pengguna di Nigeria sangat banyak, Country Manager SIMO Indonesia, Wisnu menyatakan bahwa tidak ada protes atau keberatan dari pihak operator seluler resmi di sana.Mengapa demikian? Ternyata karena semuanya merasa untung, karena SIMO beli kuota data ke semua operator resmi secara grosiran, lalu menjualnya secara eceran ke pelanggannya.

Sistem SIMO ini menggunakan Cloud, dimulai dari ponsel pengguna yang mengakses data akan mengirimkan informasi ke sistem Cloud SIMO, dan melewati sistem vSIM request dan vSIM Authentication.Setelah itu maka akan diteruskan ke SIMBank milik Skyroam, dan akhirnya ponsel pengguna mendapatkan akses data dengan pilihan sinyal operator secara otomatis.Jadi saat sedang dipakai di sebuah lokasi dan kecepatan data memburuk, maka SIMO otomatis akan berpindah ke operator lain yang lebih baik.

Kecepatan internet SIMO ini akan mengikuti jenis jaringan yang dimiliki operator, bisa jadi hanya 3G jika memang tak ada sinyal 4G di tempat tersebut

Apa bedanya dengan eSIM?

Sistem SIMO ini berbeda dengan eSIM yang sudah ditawarkan oleh operator smartfren untuk perangkat iPhone 11.Sistem SIMO ini harus dibuat di pabrik saat pembuatan ponsel, dan saat ini hanya bisa dipakai di chipset buatan Mediatek (MTK).Sementara untuk eSIM, nomor bisa ditambahkan atau disuntikkan ke dalam ponsel yang sudah jadi.SIMO ini juga tak memiliki nomor yang bisa dihubungi, berbeda dengan eSIM yang bisa berfungsi penuh dengan nomor yang bisa dihubungi, baik ditelpon atau SMS.

Pengguna SIMO hanya akan mendapat identitas kode angka yang bisa dilihat di aplikasi SIMO, misalnya U3617184.Jadi pengguna SIMO harus punya nomor kedua dari operator seluler yang resmi beroperasi di Indonesia.Nantinya, nomor resmi operator seluler inilah yang bisa ditelepon atau dikirim WhatsApp, meskipun untuk koneksi datanya lewat SIMO ini. (Ly-Red MG)

Bagikan Link :