BERITA

Rakyat Dianggap Dungu, Berita Basi Dimunculkan

MAGAZINE INDONESIA, themagnesianews.com – Mengherankan kasus-kasus hukum yang sudah belasan tahun berlalu mendadak menjadi trending topik di wilayah publik saat ini.

Sebutlah kasus hukum seperti Djoko Tjandra, kasus korupsi Bank Bali, dan Maria Pauline Lumowa, pembobol Bank BNI. Dua kasus ini kini tiba-tiba marak jadi berita. Bahkan sudah beberapa hari menghiasi layar televisi swasta papan atas siang malam. Berhasil menutupi berita lain yang tidak kurang pentingnya seperti penanggulangan pandemik Covid 19 dan pemulihan ekonomi. terkesan adanya mobilisasi berita. Namun berita tersebut tidak begitu menarik masyarakat.

Sehebat apapun dramatisasi penangkapan kedua penjahat itu diolah untuk menjadi tayangan menarik di televisi, tidak akan bisa mengendorkan kekecewaan masyarakat terhadap ketidakakuratan pemerintah menangani dampak buruk pandemik dan ekonomi. Soalnya saat ini ada dua isu kritis yang mencekam pemerintah dan masyarakat, yakni penanggulangan pandemik dan penanganan ekonomi. Hal itu sangat berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.
Tiap hari bertambah jumlah orang miskin baru, sehingga mencapai jumlah belasan juta. Karena ada ketentuan pemerintah mengharuskan masyarakat bekerja dari rumah, beribadah dari rumah dan belajar dari rumah.Belasan ribu perusahaan tutup akibatnya terjadi PHK terhadap belasan juta pekerja.

Bantuan sosial yang menjadi andalan masyarakat miskin baru ternyata tidak semulus penyebarannya, sebagaimana janji pemerintah.bahkan mirisnya banyak Bantuan dikorupsi oknum aparat.

Pemunculan berita basi (Djoko Tjandra dan Maria Pauline Lumowa) yang sudah belasan tahun kejadiannya, sudah tidak menyentuh masyarakat lagi. Apalagi jumlahnya yang relatif kecil (Rp 1.7 triliun) dibanding penyelewengan dana masyarakat dalam kasus asuransi Jiwasraya yang mencapai angka Rp 14 triliun. Lalu kita bertanya, apa kabar Jiwasraya..?

Pengungkapan kasus Djoko Tjandra dan Maria Pauline Lumowa itu sebagai lelucon yang tidak lucu. Sengaja diangkat kembali untuk menutup berita di televisi atas ketidakberesan tata kelola pemerintah menangani pandemik dan ekonomi.

“Ini penghinaan, karena menganggap rakyat itu masih dungu semua,”

Red MG/Ly

Visits: 14

Bagikan Link :