Memo :Program Pendidikan di Jawa Barat Belum Menjangkau Seluruh Warga Jabar

MAGAZINE INDONESIA/ JABAR – Dalam pembukaan Undang – Undang Dasar disebutkan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi tujuan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, selanjutnya dalam pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 tentang hak dan kewajiban warga negara di bidang pendidikan, serta kewajiban dan prioritas pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan dasar dan nasional.

 

Diatas Diejawantahkan ke dalam Undang – Undang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Melihat bagaimana pendidikan dijadikan salah satu tujuan terbentuknya Negara dan fokus Negara dalam upaya mencerdaskan anakn bangsa sudah seharusnya kita cukup lega dalam praktiknya di masyarakat.

Namun grand desain pendidikan yang ada tampak belum maksimal ketika dihadapkan pada situasi kehidupan di masyarakat, Berdasarkan Education Index yang dikeluarkan oleh Human Development Reports, pada 2017, Indonesia ada di posisi ketujuh di ASEAN dengan skor 0,622. Skor tertinggi diraih Singapura, yaitu sebesar 0,832. Peringkat kedua ditempati oleh Malaysia (0,719) dan disusul oleh Brunei Darussalam (0,704). Pada posisi keempat ada Thailand dan Filipina, keduanya sama-sama memiliki skor 0,661.

Dengan acuan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang ada Pemerintah Indonesia menetapkan 20 % anggaran setiap tahunnya dialokasikan khusus untuk menangani ragam permasalahan yang ada dalam dunia pendidikan Indonesia.

Jawa Barat di bawah Kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil banyak meluncurkan program – program yang baik bagi pembentukan Sumber Daya Manusia Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat salah satunya dengan diadakanya program beasiswa lanjutan bagi siswa Jawa Barat yang akan menempuh Perkuliahan di luar Jawa Barat, menyikapi hal ini Ketua Fraksi PDI-P DPRD Provinsi Jawa Barat Memo Hermawan saat ditemui langsung di kantornya menyampaikan bagaimana program-program dinas pendidikan yang ada dan berjalan saat ini hanya dapat dirasakan oleh segelintir orang,

saya kemaren sempat ditemui oleh teman-teman mahasiswa asal jawa Barat yang berkuliah diluar Jawa Barat, mereka menyampaikan bahwa sentuhan pemerintah provinsi Jawa Barat belum dirasakan sama sekali oleh mereka” ungkap Memo.

Dalam kesempatan ini disampaikan kepada awak media bagaimana program yang baik seharusnya dijalankan dengan lebih serius agar dapat dirasakan oleh banyak pihak.

“ kan sangat disayangkan kalau program sudah baik, tapi hanya dirasakan oleh segelintir orang” tambahnya.

(Red MG / Ly)

 

Bagikan Link :