Penting Meningkatkan Sosialisasi Tertib Berlalu lintas Untuk Tekan Angka Kecelakaan

MAGAZINE INDONESIA / JABAR – Kecelakaan maut yang baru-baru ini menimpa aktris Vanessa Angel menyita perhatian publik. Dari kejadian ini, kesadaran akan keamanan berkendara menjadi perhatian bersama mengingat angka kecelakaan lalu lintas cukup tinggi.

Menurut data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri), ada 100.028 kecelakaan lalu lintas (lakalantas) pada 2020 di Indonesia. Jumlah ini turun 14% dari catatan tahun sebelumnya yang sebanyak 116.411 kasus.

Ketua Fraksi PDI-P DPRD Jawa Barat Memo Hermawan berpendapat bahwa perlu meningkatkan sosialisasi keamanan berkendara kepada masyarakat yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang guna meningkatkan disiplin berlalu lintas untuk mencegah kecelakaan.

selain adanya sarana dan prasarana untuk keamanan lalu lintas. Yang sangat penting dilakukan adalah sosialisasi keamanan berkendara itu sendiri sebagai langkah pencegahan awal” Ujar Memo.

Faktor penyebab kecelakaan lalu lintas didominasi oleh faktor manusia (human error) dan juga faktor kendaraan. Menurut Memo Hermawan, sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat tentang keamanan dan tertib berlalu lintas untuk mencegah kecelakaan yg disebabkan oleh faktor-faktor tsb.

“banyak kasus kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan yang tidak layak misalnya rem blong. Nah, hal ini juga perlu disosialisasikan. Bagaimana masyarakat untuk mempersiapkan kendaraan yg akan digunakan agar layak” ujar Memo.

Menurutnya, sosialisasi tertib berlalu lintas ini bisa dilakukan antara Korlantas Polri sebagai pihak yang berwenang untuk membina dan mendidik masyarakat mengenai lalu lintas dengan bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang berkaitan seperti komunitas otomotif dan perusahaan produsen kendaraan bermotor.

“di Indonesia kan cukup banyak komunitas otomotif. Dilakukannya kolaborasi ini agar sosialisasi yang lebih meluas dan efektif” ucap Memo.

Selain itu, Memo Hermawan berpendapat bahwa perlunya meningkatkan sosialisasi keamanan dan tertib berlalu lintas ini ke sekolah menengah mengingat siswa-siswi SMA sederajat ini sudah mulai memakai kendaraan bermotor ke untuk kegiatan sehari-hari. Apa lagi sebagian dari mereka yang masih mengabaikan tata tertib dan keamanan lalu-lintas.

“sosialisasi di sekolah juga diharapkan bisa meningkatkan disiplin berlalu lintas mengingat banyak siswa-siswi yang belum sadar akan tata tertib dan keamanan berkendara” pungkas Memo.

(Red MG / Ly)

Bagikan Link :