RAGAM

Media MG Hadiri Workshop Tentang Media Embargo BBC Pada Kasus Reynhard Sinaga

MAGAZINE INDONESIA – Bandung
themagnesianews.com – Event yang di adakan oleh Jatinetwork. dan Jurnalistik UNPAD, mengangkat topik yang sedang ramai diperbincangkan seluruh dunia, terutama menggemparkan masyarakat Indonesia, yaitu kasus Reynhard Sinaga.

Telah diketahui kasus pemerkosaan terbesar di Inggris, dengan pria atau sesama jenis sebagai korbannya, yang tersangkanya merupakan warga negara Indonesia.

Penyelenggara pun menggangkat tema

Workshop Penulisan Kasus Sensitif : Contoh Media Embargo BBC pada Kasus Reynhard Sinaga”, dengan narasumber Mohamad Susilo (Wartawan BBC Londom, Peliput Sidang Kasus Reynhard Sinaga). pada tanggal 25 Januari 2020 Bertempat di Gedung Cisral UNPAD Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Ketua Pelaksana acara tersebut yang juga Pemimpin Redaksi Jatinetwork, mengungkapkan maksud mengadakan workshop ini untuk memfokuskan pengetahuan lebih rinci dan pengalaman dari nasumber, bagi MG ini moment langka dapat berinteraksi secara langsung dengan wartawan yang mempublikasikan kasus unik tersebut.

Acara di mulai pada pukul 13.00 wib, narasumber memulai pembicaraan dengan kilas balik dari kasus ini, sehingga bisa menjadi Media Embargo. Kasus RS ini mencuri perhatian pada akhir tahun 2019 setelah media BBC mempublikasikannya.

Poin penting dalam kasus ini :

1. Penelurusuran kasus dan proses dipengadilan berjalan kurang lebih 2,5 tahun.

2. Ditangkap pertengahan 2017, hukuman dibacakan 6 Januari 2020, vonis bersalah dijatuhkan akhir Desember 2019.3.

Selama pengungkapan kasus dan proses hukum berlangsung, media tidak boleh sama sekali memberitakan kasus, dalam bentuk keputusan dalam pengadilan.

Mengapa Harus Di Rahasiakan?

1. Membantu polisi mengidentifikasi korban, total ada sekitar 190 orang.

2. Dari jumlah ini 70 orang belum bisa di indetifikasi.

3. 48 korban bersaksi di pengadilan.

4. Banyaknya korban membuat sidang dibagi menjadi 4.

5. Mengapa dibagi 4, agar lebih mudah bagi jaksa menjelaskan kasus kepada juri (yang menentukan terdakwa bersalah atau tidak).

6. Rahasia demi melindungi korban, yang berhak mendapatkan anonimitas seumur hidup.

7. Jika tidak ‘dirahasiakan’, dikhawatirkan akan mencegah korban bersaksi dipengadilan.

Mengapa Media Di London Menerima Pembatasan Pemberitaan?

1. Mencermati pertimbangan di atas, semua media yang meliput sidang di pegadilan Manchester menerima keputusan hakim tentang pelarangan pemberitaan.

2. Sempat diwacanakan ajukan banding, tapi kemudian diurungkan.

3. Batasan pemberitaan bisa dicabut ketika vonis bersalah dijatuhkan pada akhir Desember 2019, namun karena victim support tak sepenuhnya tersedia, pembatasan pemberitaan dilanjutkan hingga pembacaan hukuman pada 6 Januari 2020.

Persiapan Laporan Khusus Kasus RS.

1. Sejak kasus ini dibawa pengadilan, BBC dan sejumlah media lain antara lain (Guardian, Sky, Dally Mail, Manchester Evening News) selalu hadir dalam persidangan.

2. BBC Indonesia menyiapkan laporan khusus sejak September 2019.

3. Meski dilarang, media bebas hadir di pengadilan dan mendapatkan dokumen, misalnya data dan kesaksian korban dipengadilan sebelumnya.

BBC Indonesia sangat berhati-hati dalam membuat pemberitaan dalam kasus ini, karena isu yang sangat sensitif dan perlu mengolah artikel yang mudah dicerna tapi tidak mengurangi unsur kriminalnya. Sehingga dilakukan

– Pengecekan Berlapis :

1. Sifat kasus yang besar dan sensitif, membuat BBC harus melakukan prosedur khusus.

2. Di enam artikel utama, yang terbit 6 Januari 2020 prosesnya melalui dua meja: Editorial Policy dan Legal Team.

3. Ini semua memastikan tidak ada pelanggaran privasi, indentifikasi tempat secara khusus, atau defamasi (pencernaan).

– Debat Soal Konten

1. Dicantumkan warning: graphic content.

2. Detail atau tidak?

3. Apa manfaat bagi audience?

4. Tidak mengurangi skala/derajat kejahatan yang dilakukan RS.

Setelah sedikit berbagi pengalaman nya sesi diskusi pun dibuka, total ada 5 pertanyaan salah satunya ada pertanyaan apakah keluarga RS meminta perlindungan hukum di Indonesia?

Jawaban nya “pihak keluarga RS sama sekali tidak meminta perlindungan khusus”.

Season diskusi ditutup untuk dilanjutkan workshop, seluruh peserta di bagi 3 kelompok untuk berdiskusi memfikirkan sudut berita dari kasus RS yang kurang terungkap, dapat diambil kesimpulan seluruh kelompok tertuju pada sisi psikologinya tersangka, para korban dan publik.

Workshop ditutup pada jam 15.30 wib. Sebaga narasumber dalam even tersebut Susilo dan diskusi yang membuat suasana sangat menyenangkan dan tidak membosankan.

Workshop ditutup dengan memberikan penghargaan dari panitia kepada narasumber dan sesi foto bersama panitia dan peserta Workshop.

DY

Visits: 4

Bagikan Link :