PENDIDIKAN

FEMA FT UNPAS Gelar Diskusi Publik “Potensi Gerakan Radikalisme Di Tahun 2020”

MAGAZINE INDONESIA – Bandungthemagnesianews.com – Potensi isu Radikalisme diprediksi masih menjadi ancaman di tahun 2020. Meskipun narasi radikalisme masih menjadi perdebatan, namun faktanya faham radikalisme tumbuh dan telah memunculkan polarisasi yang memecah belah masyarakat.

Disisi lain, pihak kontra menilai bahwa isu radikalisme sengaja dihembuskan pemerintah untuk menutupi turunnya kinerja pemerintah dalam upaya meningkatkan perekonomian nasional. Tahun 2018 menunjukkan terdapat 19 kejadian aksi teror yang menjadi perhatian publik, tidak hanya itu di tahun 2019 juga terjadi sebanyak delapan aksi tindakan terorisme.

Di media sosial sebaran faham radikalisme terus dihembuskan secara masif. Konten-konten radikal telah teridentifikasi dilakukan takedown oleh Kemenkominfo meningkat dari 10.449 konten pada tahun 2018, meningkat menjadi 11.800 konten di tahun 2019.

Hal tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, diantaranya komunikasi di media sosial telah mempercepat penyebaran paham radikal meningkat dan menjadi racun yang sulit mendapatkan penawar. Media sosial yang notabene menjadi media yang mudah diakses saat ini dimanfaatkan oleh radikalis untuk menyebarkan pesan yang borderless (tanpa batas) dan partisipatif.

Pesan-pesan radikal di konstruksi sehingga mampu mendoktrin melalui penggiringan opini yang mampu menggiring opini masyarakat.

Percepatan faham radikalisme juga disebabkan oleh akselerasi pengguna internet yang meningkat (mencapai 150 juta dari populasi Indonesia sebesar 268 juta pada tahun 2019). Dominasi situs-situs hoaks dan radikalisme juga masih tinggi, dalam data tersebut situs-situs ormas Islam moderat besar, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Suara Muhammadiyah masih belum mendominasi, dan masih kalah dengan situs-situs Islam konservatif yang menyebarkan faham radikal.

Berdasarkan uraian tersebut diatas, potensi radikalisme pada tahun 2020 diprediksi masih berpeluang menguat serta dapat memicu sejumlah tindakan aksi teror.

Mencermati dinamika tersebut, kegiatan membangun literasi terhadap masyarakat diharapkan perlu dilakukan melalui diskusi-diskusi. Hak inilah yang menggerakan mahasiswa FT UNPAS menggelar
Diskusi Publik bertema “Potensi Gerakan Radikalisme di Tahun 2020”.

Kegiatan ini diharapkan dapat menggiring opini positif untuk memberikan kesadaran kolektif masyarakat terhadap upaya-upaya provokatif yang mengarah kepada gerakan radikal, serta memperkuat nilai-nilai Pancasila ditengah kehidupan masyarakat.

Sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, menghadirkan diantaranya ;

1. Yanto, Kasubbid Kewaspadaan Dini Kesbangpol, Kota Bandung.

2. Mansurya manik (Akademisi Penggiat Pendidikan).

3. Andri Gunawan, Ketua Karang Taruna Kota Bandung.

DY

Visits: 9

Bagikan Link :