BERITA

Serikat Pekerja ‘RUU Cipta Kerja Beri Kemudahan Bagi Para Pengusaha’

MAGAZINE INDONESIA || themagnesianews.com – Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi, menilai Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja yang digodok pemerintah bakal menciptakan ‘Low Cost’bagi dunia usaha. Lewat RUU ini, biaya produksi lebih murah bagi dunia usaha dalam rangka menjalankan aktivitas usahanya, hingga bagaimana soal pemangkasan perizinan.

“Endingnya sebetulnya adalah undang-undang ini bagaimana untuk menghadirkan mensupport pengusaha membuat suasana punya usaha bisa bertahan. Kemudian investasi bisa tumbuh kembangnya tentu saja ada pertumbuhan ekonomi dari pertumbuhan ekonomi harapan pemerintah adalah bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan”, ujar Ristadi saat webinar di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Ia menambahkan ketika semua yang diharapkan dalam RUU Cipta Kerja berjalan, maka serikat pekerja harus berperan. Agar ketika investasi tumbuh,kemudian ekonomi juga tumbuh, namun tidak mengabaikan soal perlindungan dan juga soal kesejahteraan daripada para pekerja.

“Makanya kami harapkan gas dan rem nya itu seimbang. Yang dimaksud gas oleh kami itu adalah soal investasi dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan remnya itu perlindungan dan kesejahteraan para pekerja”, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama beliaupun menegaskan bahwasanya tidak ada satupun serikat pekerja ataupun serikat buruh yang tidak setuju jika perjanjian investasi dipermudah. Kemudian pangkas birokrasi supaya perizinan-perizinan dunia usaha lebih murah.

“Tidak ada serikat pekerja atau serikat buruh yang kemudian tidak setuju akan hall ini. Karena apa birokrasi yang panjang ditambah pengurusan perizinan yang panjang selalu menjadi keluhan teman-teman pengusaha dalam mengurus izin. Tidak ada tengat waktu yang pasti kapan bisa selesai dengan cepat bisa mengakibatkan cost-nya tinggi, tentu saja hal ini mengurangi kemampuan pengusaha untuk memberikan kesejahteraan kepada kami selaku para pekerja”, paparnya.

Di sisi lain para serikat pekerja dan serikat buruh tidak menginginkan terjadinya bencana demografi. Sebab dengan peningkatan pengangguran yang tinggi tentu akan berpotensi kerawanan baik sosial, ekonomi, politik dan keamanan. ” Situasi seperti ini tentunya sangat tidak kami harapkan”, pungkasnya. (Red MG).

Sumber : merdeka.com

Visits: 19

Bagikan Link :