HUKUM DAN KRIMINAL

Perbuatan Asusila, Guru Honorer Masuk Penjara

themagnesianews.com | Tangerang – Perlakuan tidak baik pelecehan asusila terhadap anak di bawah umur bahkan sampai di perlakukan selayaknya sebagai suami istri dengan banyak ancaman yg di tujukan kepada si korban. MR (33) seorang guru honorer SMPN di Cikupa, pelaku persetubuhan anak di bawah umur pada 06 Januari 2020 di tangkap petugas Polresta Tangerang.

“ Korban FN dipaksa untuk melayani nafsu birahi tersangka MR layaknya suami istri dengan ancaman kekerasan sebanyak 6 kali ”, terang Kapolresta Tangerang Kombes. Pol. H. Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.I.K., M.H. didampingi Kapolsek Cikupa Kompol Sumaedi, Wakapolsek Cikupa AKP Sagala, Iptu Ngapip Rujito dalam keterangan persnya, Selasa (29/01/2020).

Menurut Kapolres Ade Ary korban berinisial FN adalah pelajar SMP berusia 14 tahun asal Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang.

Persetubuhan itu terjadi pada hari Minggu Tanggal 6 Januari 2020 sekitar pukul 11.00 WIB.

” Korban FN diminta oleh tersangka untuk melakukan persetubuhan dengan ancaman kekerasan. Tindakan kekerasan saat itu tersangka menjanjikan kepada korban akan bertanggungjawab apabila selesai melakukan persetubuhan ”, terang Kapolres Ade Ary.

Menurut Kapolres Ade Ary, perbuatan persetubuhan yang kedua kali sampai ke enam kalinya itu juga diawali dengan dengan ancaman kekerasan.

“ Tersangka MR mengancam FN akan menyebarkan ke teman-teman korban melalui medsos bahwa korban sudah tidak perawan. Atas dasar ancaman itu maka akhirnya korban menuruti persetubuhan itu sebanyak mengalami 6 kali dan ada beberapa kali juga di rumah tetangga tersangka ”, tambahnya kemudian.

Pihak penyidik sudah mengamankan barang bukti milik korban FN berupa pakaian dan celana dalam pada saat di setubuhi oleh tersangka MR.

Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian

“ Tersangka MR dijerat pasal 81 Undang undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara “, ungkapnya.

Kapolresta beserta jajaran Polresta Tangerang merasa prihatin atas kejadian ini khususnya kepada keluarga korban, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga anaknya masing-masing.

“ Mari kita sama-sama jaga anak-anak kita, saudara-saudara kita untuk diberikan pemahaman yang baik tentang akhlaq, agama, pergaulan dan luangkan waktu bagi para orang tua untuk terbuka dalam berkomunikasi dengan anak setiap hari ”, tukasnya.

Lanjutnya lagi, kejadian ini berlangsung hampir 2 bulan lebih dari bulan November 2019 sampai Januari 2020 dengan tenggang waktu yang cukup lama.

“ Ini menjadi koreksi bagi kita, untuk itu berikan pemahaman pada anak agar hindari pengaruh negatif. Kita awasi anak kita dari kecepatan informasi yang berada di medsos, dunia maya dan konten-konten pornografi yang sudah di blokir oleh pemerintah ”.

“Mudah-mudahan kejadian ini yang terakhir dan kami bekerjasama dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menangani kasus ini bersama-sama dari BAPPAS. Kita akan tuntaskan kemudian kita proses agar tersangka dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkas Kapolres.

(AdhyS)

Visits: 5

Bagikan Link :